Teknologi RFID untuk Mengatasi Kemacetan JakartaMarch 14, 2006by: Adi Tedjasaputra - TRANSLATE-EASY.com (This article is featured at the national media Sinar Harapan on 13th March 2006) Kemacetan adalah penyakit kronis Jakarta. Berbagai upaya telah dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Jakarta untuk mengatasi kemacetan sejak bertahun-tahun. Dari peraturan 3-in-1, jalur khusus bis, perbaikan jalan, pembangunan jalan bebas hambatan sampai pada Busway yang akhir-akhir ini cukup populer di mata penduduk Jakarta sebagai alat transportasi baru. Salah satu masalah utama yang menyebabkan kemacetan pada umumnya adalah volume kendaraan di Jakarta yang tidak berimbang dengan jumlah ruas jalan yang tersedia bagi kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk di pagi dan sore hari. Secara garis besar, ada dua kemungkinan untuk mengatasi masalah ini, yaitu dengan menambah jumlah ruas jalan sehingga berimbang dengan volume kendaraan yang semakin bertambah, atau mengurangi volume kendaraan di jalan, terutama di titik-titik rawan kemacetan. Teknologi Nir KabelPenggunaan teknologi nir kabel yang sudah mulai populer di Jakarta, seperti teknologi navigasi GPS (Global Positioning Satellite), yang dilengkapi dengan sistem informasi kemacetan sehingga dapat membantu pengendara kendaraan pribadi untuk memilih rute dan menghindari titik-titik rawan kemacetan, fungsinya hanya terbatas sebagai penuntun jalan. Teknologi ini sayangnya hanya dapat membantu segelintir pengemudi kendaraan pribadi, tetapi tidak memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah kemacetan di Jakarta.Teknologi RFIDTeknologi nir kabel lain yang juga mulai populer, seperti Radio Frequency Identification (RFID), menjanjikan solusi untuk mengatasi kemacetan Jakarta dengan mengontrol volume kendaraan di ruas-ruas jalan Jakarta, seperti yang sudah diterapkan di kota Seoul, Korea Selatan. Permasalah kemacetan kronis yang dihadapi kota Seoul mulai semakin memburuk setelah Pemda kota tersebut mengurangi beberapa jalan bebas hambatannya. Untuk mengatasi hal ini, sejak 19 Januari 2006 lalu, Pemda kota Seoul mulai memberikan tunjangan pajak kepada pengemudi yang rela untuk berpartisipasi dalam kampanye “Hari Tidak Berkendaraan” (No Driving Day). Keikutsertaan dalam kampanye ini dilakukan dengan menempelkan stiker yang dilengkapi dengan tag RFID di kaca depan mobil. Dengan mengikuti kampanye ini, seorang pemilik kendaraan akan mendapatkan potongan biaya pembayaran pajak kendaraaan sebesar 5 persen dan potongan biaya pembayaran asuransi kendaraan sebesar 2,7 persen. Tunjangan ini diimbangi dengan kewajiban untuk tidak memakai kendaraan selama 1 hari dalam seminggu dan memperbolehkan Pemda kota Seoul untuk melacak kendaraan dan informasi pribadi sang pemilik kendaraaan dalam wilayah tertentu di kota Seoul menggunakan teknologi RFID. Walaupun ide penggunaan stiker yang dilengkapi dengan tag RFID untuk mengidentifikasi kendaraan bukanlah hal yang baru, ide untuk memberikan tunjangan pajak kepada orang yang rela mengorbankan privasi pribadinya adalah suatu hal yang baru. Berkenaan dengan masalah kemacetan, Pemda kota Jakarta mungkin bisa mengkaji pengalaman Pemda kota Seoul sebagai solusi alternatif untuk mengatasi masalah kemacetan kota Jakarta yang kronis. |
More InformationSolutionsRFID System IntegrationIntegrate cost-effective RFID solutions into your business Usability Leverage the user experience of your products through agile usability Interaction Design Deliver innovative concepts and models for diverse stakeholders Web Evaluation Evaluate your web site against the best practices Information Architecture Deliver reliable and optimal information foraging experience Training Learn practical and innovative Human-centred Design + RFID techniques & principles
Copyright © 2001-2007:: TRANSLATE-EASY.com :: RFID & Human-centred Design Innovation Centre in Asia. All Rights Reserved. Terms of service, Legal information and Privacy statement |
| TRANSLATE-EASY Fax +62-21-4586 5545 | |